Kategori

Rabu, 06 Maret 2013

PERCOBAAN DENGAN MEDIA SEDERHANA

       Menjadi guru memang sudah seharusya untuk menjelaskan. Namun alangkah lebih baiknya jika pada awal pelajaran diberi stimulus agar siswa tertarik untuk belajar fisika lebih lanjut. Ketika menjelaskan suatu konsep biasanya siswa hanya dijelaskan lalu di beri rumus dan contoh soal. Biasanya siswa kurang antusias dan cenderung bosan. Bahkan banyak yang menganggap belajar fisika itu sulit. Menunjukkan contoh konkrit pada siswa akan lebih meninggalkan jejak di pikirannya di bandingkan dengan hanya menjelaskan, memberi rumus dan contoh soal.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah bagaimana siswa merasa senang dan tidak merasa  bahwa ia sedang berlajar. Mungkin istilah kerennya belajar sambil bermain. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan demonstrasi atau percobaan sederhana. Tentu saja percobaan yang dilakukan tidak perlu terlalu rumit, cukup yang ringan-ringan saja dan dapat dengan mudah dicontoh dan dilakukan oleh siswa. Alat dan bahan yang digunakan pun cukup dengan alat-alat yang ada disekitar kita. Mudah didapat dan tentunya murah meriah bahkan tidak perlu beli.


Tujuannya yang pertama adalah siswa menjadi tertarik sehingga akan muncul pertanyaan apa itu ? Setelah itu siswa akan langsung tertuju pada percobaan tersebut. Pertanyaan pancingan yang diberikan oleh guru pun akan membuat siswa berpikir tentang konsep fisika apa yang terjadi pada percobaan yang dilakukan. Sehingga dalam hal ini dapat menumbuhkan sikap inquiry pada siswa. 


Hal yang perlu diingat bahwa pada percobaan sederhana ini hanya dilakukan untuk menstimulus siswa agar tertarik dan senang dalam belajar fisika. Bukan sebagai inti dari pengajaran yang dilakukan.

Ada 31 jenis percobaan yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah

1. Percobaan Gaya Gravitasi
2. Tekanan dan Volume
3. Percobaan Hukum Bernoulli
4. Membakar Gelas Plastik
5. Percobaan Hape dan Kantong Plastik
6. Percobaan Gelas Plastik dan Cutter
7. Percobaan Gantungan Kunci 
8. Perputaran Arah Jarum Jam
9. Sendok
10. Gerak Botol
11. Percobaan Lampu
12. Air yang tidak bisa mengalir
13. Percobaan Bandul Sederhana
14. Balon Anti Pecah
15. Warna Warni Bunyi
16. Pembakaran Membutuhkan Oksigen
17. Percobaan Wujud Zat dan Perubahannya
18. Gelas Di Atas Kertas
19. Penambahan Air Pada Botol dan Kaca
20. Tekanan Zat Cair dalam Ruang Tertutup
21. Pesawat Terbang Kertas
22. Percobaan Kertas dan Buku
23. Percobaan Korek Api
24. Percobaan Slinki
25. Percobaan Telur dan Air
26. Telur Asin
27. Penggaris dan Potongan Kertas
28. Keping CD
29. Percobaan Spirtus Minyak dan Air
30. Gesekan Menimbulkan Panas
31. Elastisitas


Selain ke 31 jenis percobaan dengan media sederhana ini sebenarnya masih banyak sekali yang bisa digunakan, 31 jenis percobaan ini telah dipraktekkan di kelas saat perkuliahan PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA. 
31 percobaan diatas bisa di download di PERCOBAAN DENGAN MEDIA SEDERHANA


Dibawah ini saya beri satu contoh dari percobaan sederhana yang bisa dilakukan. Selebihnya bisa di donlot sendiri. :)

PERCOBAAN TELUR DAN AIR

a.      Alat dan bahan
1.      Gelas transparan
2.      Telur
3.      Air
4.      Garam
b.      Langkah-langkah
Percobaan 1
1.      Masukkan air ke dalam gelas
2.      Masukkan telur ke dalam gelas yang telah berisi air




Pertanyaan yang diajukan ke siswa :
         Apa yang akan terjadi jika telur di masukkan ke dalam air? (tenggelam, melayang atau terapung)?
 












Percobaan 2
1. Angkat telur yang tadi di masukkan ke dalam air
2. Masukkan garam ke dalam air lalu aduk hingga garam larut ke dalam air
3. Masukkan lagi telur ke dalam air garam (garam yang dilarutkan ke dalam air)


Hasilnya : Telur yang dimasukkan ke dalam air tanpa garam menjadi tenggelam, sedangkan telur yang dimasukkan ke dalam air garam menjadi melayang

 



Pertanyaan yang diajukan ke siswa :
Mengapa telur yang dimasukkan ke dalam air menjadi tenggelam sedangkan telur yang dimasukkan ke dalam air garam menjadi melayang?
 


PEMBAHASAN
Telur saat pertama kali dimasukkan ke dalam gelas, telur berada di dalam dasar gelas atau tenggelam. Setelah ditambahkan garam, posisi telur menjadi tengah gelas atau melayang, dan setelah ditambahkan lebih banyak garam ternyata posisi telur naik ke permukaan air atau terapung. Hal ini dapat terjadi karena saat air belum ditambahkan garam, massa jenis air lebih kecil daripada massa jenis telur. Setelah ditambahkan garam, massa jenis air berubah menjadi lebih besar sehingga telur melayang kemudian menjadi terapung.
KONSEP : HUKUM ARCHIMEDES


SELENGKAPNYA BISA DOWNLOAD DI LINK  PERCOBAAN DENGAN MEDIA SEDERHANA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar